Blog

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026. (Foto: IST)

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng : Jadilah Kekuatan Strategi Polri

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sulteng Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan dan Penyalahgunaan Wewenang

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026. (Foto: IST)

    Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) agar menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan masyarakat, termasuk gaya hidup berlebihan, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan hingga pungutan liar.

    “Masyarakat tidak akan menilai kita dari jenis kelamin. Masyarakat akan menilai anggota Polri dari profesionalisme, integritas dan manfaat yang kita berikan,” tegas Nasri saat memimpin peringatan HUT ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Palu, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, tantangan Polwan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

    Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Polwan harus mampu menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian sehari-hari.

    Ia meminta Polwan menjadi sosok yang layak mendapat perhatian publik karena kebaikan dan prestasinya, bukan karena pelanggaran atau perilaku yang mencoreng institusi.

    “Jaga kehormatan diri, jaga kehormatan keluarga, jaga kehormatan institusi,” pesannya.

    Nasri menegaskan, Polwan bukan sekadar pelengkap dalam organisasi Polri. Polwan merupakan kekuatan strategis yang harus memiliki kemampuan kepolisian secara utuh.

    Polwan dituntut mampu menjalankan tugas lapangan, mengambil keputusan, memimpin, menghadapi situasi krisis serta tetap menjunjung tinggi integritas

    Ia juga mendorong Polwan semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Di antaranya turun ke sekolah, mendampingi kelompok perempuan, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum. Keamanan juga lahir dari kehadiran polisi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata dia, dalam peringatan HUT ke-78 Polwan yang mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat”.

    Menurutnya, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut, tidak harus dimulai dari jabatan maupun tindakan besar.

    Pelayanan yang tulus, pendampingan terhadap korban kekerasan, perlindungan terhadap anak hingga upaya mencegah generasi muda terjerumus narkoba merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan Polwan dalam tugas sehari-hari.

    Ia berharap Polwan Polda Sulawesi Tengah mampu menjadi role model bagi masyarakat, perempuan Indonesia, generasi muda dan lingkungan kerja dengan menunjukkan sosok polisi yang profesional, tegas, humanis dan berintegritas.

    Nasri mengajak seluruh Polwan memaknai HUT ke-78 dengan semangat “Satu Polwan, Satu Keteladanan, Satu Polwan, Satu Kebaikan, Satu Polwan, Satu Perubahan”.

    “Jangan pernah merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Polwan kuat, Polri hebat, masyarakat aman dan bermartabat,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan profesionalisme Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Harapannya, Polwan semakin profesional, humanis dan berintegritas serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian dan hadirkan sosok Polwan yang dipercaya serta dicintai masyarakat,” ujarnya.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ungkap Data Karhutla: 369 Hotspot, 31 Titik Api dan 214,6 Hektare Terbakar

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ungkap Data Karhutla: 369 Hotspot, 31 Titik Api dan 214,6 Hektare Terbakar

    Kapolda Sumsel Ungkap Data Karhutla: 369 Hotspot, 31 Titik Api dan 214,6 Hektare Terbakar

    369 Hotspot Terdeteksi di Sumsel, 31 Titik Api Ditemukan Setelah Verifikasi–

    Sebanyak 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri turun langsung ke Sumatera Selatan untuk mempelajari sekaligus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kehadiran para peserta didik tersebut merupakan bagian dari Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang digelar di wilayah Sumsel, Selasa (9/9/2026).

    Sebanyak 85 Serdik yang terlibat terdiri dari 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan. Para Serdik juga diarahkan untuk menggali berbagai persoalan karhutla di Sumsel sekaligus memberikan masukan dan inovasi yang dapat mendukung upaya pencegahan serta penanganan kebakaran.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul.

    Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan, mulai dari edukasi masyarakat, pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan.

    “Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” ujar Sandi.

    Kapolda mengungkapkan, berdasarkan data hingga 8 September 2026, terdapat 369 hotspot yang terdeteksi di Sumatera Selatan.

    Setelah dilakukan verifikasi menggunakan berbagai sarana, termasuk helikopter, drone dan pengecekan langsung oleh tim darat, ditemukan 31 titik api.

    Dari hasil penanganan tersebut, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 214,6 hektare. Sementara itu, sebanyak 192,5 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

    Data tersebut menunjukkan pentingnya proses verifikasi setelah munculnya hotspot. Tidak seluruh hotspot otomatis merupakan titik api, sehingga diperlukan pengecekan untuk menentukan langkah penanganan secara tepat.

    85 Serdik Sespim Turun ke Sumsel, Kapolda Dorong Inovasi Penanganan Karhutla–

  • Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

    Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.

    Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.

    Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.

    Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.

    Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.

    Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.

    “Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.

    Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

    Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.

  • Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

    Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.

    Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.

    Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.

    Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.

    Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.

    Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.

    “Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.

    Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

    Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.

  • HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas

    HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas

    Foto: Polda Sumsel

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumsel, hari ini. Dalam sambutannya, ia mendorong seluruh Polwan di Polda Sumsel agar meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.Sandi juga mengapresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polwan, khususnya di lingkungan Polda Sumsel. Ia menyampaikan peringatan Hari Jadi Polwan harus menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus mengevaluasi kehadiran Polwan bagi masyarakat dan institusi.

    “Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2026).

    Sandi juga mengapresiasi berbagai kegiatan pada Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Rangkaian kegiatan tersebut dinilainya menjadi bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

    Sandi mengatakan peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap dalam organisasi, tetapi menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.

    “Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

    Sandi juga meminta Polwan terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti belajar di tengah perkembangan tantangan tugas serta teknologi. Integritas, etika dan kehormatan institusi, kata dia, harus tetap menjadi landasan setiap anggota dalam menjalankan tugas.

    Baca juga: Wakapolri Minta Usut Korporasi Terkait Karhutla: Jangan Berhenti di Lapangan

    Ia juga mengingatkan prinsip pelayanan yang selama ini terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel. Dalam hal ini, masyarakat merupakan pihak yang harus mendapatkan manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

    Pada kesempatan ini, Sandi juga menyoroti prestasi Polwan dalam berbagai bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok Polwan berprestasi adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.

    Kiprahnya yang menginspirasi film “Autopsy: Dead Body Can Talk” menjadi salah satu contoh kompetensi yang terus diasah dapat menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi dan membantu pengungkapan perkara.

    Sandi mengungkapkan kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka sama luasnya dengan polisi laki-laki. Karena itu, ia meminta seluruh Polwan tidak merasa pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.

    “Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.

    Ia juga memberikan contoh kiprah Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, salah satu Polwan yang dipercaya menjadi Kapolres Ogan Ilir.

    Sandi pun mengapresiasi inovasi Mobil Senyum yang dijalankan di Ogan Ilir. Program tersebut dikemas melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat, sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat.

    Kehadiran inovasi tersebut, menurut Sandi, menunjukkan Polwan juga mampu melahirkan kreativitas dalam memberikan pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan di tengah masyarakat.

    “Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” ucapnya.

    Meski demikian, ia mengingatkan Polwan juga bertanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Karena itu, keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.

    Sandi pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik.

    “Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Sandi menekankan keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Menurutnya, Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun super team yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

    “Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” jelasnya.

    Semangat tersebut, lanjut Sandi, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan kerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” kata Nandang.

    Sebagai informasi, Hari Jadi ke-78 Polwan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen setiap Polwan tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif. Melalui kompetensi, keteladanan, empati dan kerja sama dalam superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Ungkap Fakta Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Ungkap Fakta Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.

  • Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.

    Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.

    Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.

    Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.